Gw baca blog seseorang, isinya penuh kebencian sama Islam dan Muslim.
Gak aneh. Banyak juga di komentar-komentar atau situs-situs untuk
diskusi publik kalau udah bahas Islam banyak yg berkomentar negatif.
Pastinya mereka yg berkomentar negatif itu adalah orang non muslim. Tapi
apakah mereka salah begitu membenci Islam. Jawabannya mereka gak bisa
disalahkan 100%. Pantaslah mereka membenci Islam, saudara mereka di
bunuh dengan pelaku boom bunuh diri yg mengatas namakan Islam padahal mereka hanya Oknum yang mengaku Islam tapi tidak memahami apa itu Islam sebenarnya.
Dan media yang dikuasai oleh non muslim juga turut berperan penting guna memblow up berita, sementara mereka lupa PD 1 dan 2 bukanlah kaum muslim pelakunya, yang ngebom Hirosima dan Nagasaki sampai luluh lantah bukan muslim juga pelakunya, pembantaian etnis Rohingya bukan muslim juga pelakunya, Gaza yang gak beres-beres sampai sekarang, bukan muslim juga pelakunya, perang salib, bukan muslim juga pelakunya. Tapi media, apakah media memblow up itu semua? No guys, mereka silent, tidur siang nyeyak sekali. Buat gw ini gak fair.

Pantaslah
mereka membenci Islam, dimana ada Islam, disitu ada kebodohan dan
kemiskinan. Why? Pantaslah mereka membenci Islam, dimana ada Islam disitu "katanya" ada
radikal dan anarkis.Pantaslah mereka membenci Islam,
dimana ada mayoritas Muslim di suatu negara maka disitulah tumbuh
makmur korupsi, maling duit rakyat. Lihat Singapur, hanya dibawah 5%
jumlah korupsi negara itu. Apa dia Muslim? bukan, kebanyakan Singapur
dari etnis Cina (Tionghoa) dan beragama bukan Islam, tapi dia negara terkaya ke 4
di dunia (kalau tidak salah), lihat Swiss, Jepang, USA, kebanyakan bukan muslim di dalamnya, tapi maju-nya minta ampun.
Pantaslah
mereka membenci Islam, muslim-nya suka berantem, gak usah sama yg non
muslim, sesama muslim aja berantem, ribut sama beda aliran. bakar
gereja, bunuh-bunuhin orang yg non muslim, bom sana sini. Tapi kita lupa, itu hanyalah oknum. Orang yang bakar gereja, apakah terbukti itu umat Islam? terus kalau pun benar, hal itu Tidak diajarkan oleh Islam. Di jaman Rasulullah masih hidup aja, banyak kok kaum Yahudi masih nyembah berhala. Malah pamannya sendiri bukan nyembah Allah, tapi apakah Rasul membunuhnya? engga kan? Islam itu toleransi sekali :
"Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku"
Artinya kami umat muslim, diajarkan gak saling kepo, or ngurusin agama orang lain, tapi Islam itu tegas, bagi yang sudah memeluk agama Islam, ya sebisa mungkin harus menjalankan aturannya, tapi kami diharuskan toleransi terhadap agama lain. contoh, kamu gak boleh minum minuman yang memabukkan, tapi umat non muslim... kami gak boleh melarang, karena aturan Tuhan itu untuk kami yang sudah mengaku sebagai muslim. Umat non muslim boleh makan makanan dari babi, anjing misalnya, apa kami melarang? tidak boleh. Kami tidak boleh melarang orang non muslim untuk makan daging babi, tapi untuk sesama muslim, jelas tegas, tidak boleh. Itulah sekiranya maksud dari Untukmu Agamamu dan untukku agamaku.
Kebencian umat non muslim karena mendapati orang muslim (oknum artinya sebagian kecil) yang Gampang banget
"mengkafirkan" orang. Sayangnya kita umat muslim seolah tutup mata
tutup telinga, paling jawaban kita melihat fenomena ini :
"bodo amat sama mereka, mereka kan kafir, mati juga bakalan masuk neraka"